The Moments 'Pertemuan'
Berapa lama
aku tak lagi merangkai kata dan kisah di ruang ini. Padahal banyak rasa hambar
yang aku rasakan saat menjalani beberapa momen di Daerah kelahiran ibunda ku
tercinta. J.
Hari ini aku mulai menekan lagi tombol-tombol hitam bermotif huruf di kamar
tidur yang juga ruang kerjaku.Oke… Cerita ini mungkin agak konyol, dan panjang.
Bahkan mungkin bisa sampai berseri. (tergantung mood, hehe…)
Ini tentang
Pertemuan,
![]() |
| Tapak awal perjalanan |
Hituangan
bulan sudah aku berada di tanah pesilat Kota Madiun. Anggap saja pertemuan itu
dimulai setelah tiga bulan aku berprofesi sebagai wartawan anyaran. Peretemuan
ini terjadi tanpa disangka dan diduga tiga bulan pasca meletusnya Gunung Kelud,
Kediri (13 Februari 2014). Ini juga yang mengawali cerita aku dan dia.
Pasca
terserang gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berkolaborasi kompak dengan
gejala tipes. Orang tua ku jadi punya alasan untuk memulangkan ku kembali ke
tanah Sultan Mahmud Badaruddin Sumatera Selatan. Mereka meminta ku untuk
kembali meniti karir dengan profesi yang memiliki waktu kerja lebih wajar dari
saat ini (hehehe….. #agak licik). Namun, pertemuan itu merubah segalanya. Aku
jadi memiliki sepuluh alasan untuk menepis satu permintaan ibu dan bapakku di
sana (Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan).
Aneh memang,
aku akui ini aneh, tapi benar ini nyata… Fakta… Fenomena…. Seperti yang aku
sampaikan sebelumnya, ini hal yang tak disangka………………….loading sarver…………….
Aku bisa
bertahan satu tahun lebih dengan suasana pekerjaan ekstra pressure ini. Bahkan,
aku jadi cenderung bisa menikmatinya dengan berbagai alasan. Pertemuan itu
salah satunya.
![]() |
| Awal konflik |
Entah kapan
pertemuan ini diawali. Aku Cuma ingat saat itu Mei 2014 di ruang IGD rumah
sakit milik pemerintah Provinsi Jawa Timur. Niat hati mencari seorang finalis Putri
Indonesia yang diisukan jadi salah seorang dokter muda di tempat itu. Eeeh,,,
arah kaki menyasar salah satu ruang kecil di pojok kanan instalasi gawat
darurat itu. Seorang perempuan mengenakan pakaian serba hijau semacam baju perawat
operasi medis. ‘’Enggeh mas….’’ Kata-kata pertamanya yang masih terngiang di
sini….. (nunjuk ke otak)
‘’Mmm… Maaf mbak
pernah dengar g ? ada putri Indonesia magang disini,…, atau mungkin itu mbak ?’’
modus ku…. Wkwkwkw. ‘’Karena secara face (sok
English) wajah mbak itu udah pas,’’ sambung kata-kata ku disambut dengan gelak
tawa dia -sebut saja namanya Ciwik-.
Pertemuan itu
jadi gerbang awal pompa semangatku bertahan di Kota Pecel, Pesilat, dan Gadis Ini.
….. Pertemuan yang singkat itu
to be
continued…..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar