Senin, 09 April 2012

PETUALANGAN SEMUT GOES TO BOGOR (Part I)

Palembang, 09 April 2012.
Di ruang sempit berukuran sekita 2x3 meter ini, kembali ku mengingat masa lalu..... ya.... mungkin memang masa lalu bukan untuk diingat, tapi untuk dimaknai bahwa ada hikmah yang bisa dipetik dari masa lalu.
tapi terserah apa yang ingin anda katakan, aku masih ingin mengenang masa lalu itu........ masa bersama para Pejuang yang diawali dengan pertarung ......... 

Aku mengingat kembali sebuah perjalanan,,,,
perjalanan yang lebih senang ku sebut dengan petualangan, sebab disini aku menemukan pengalaman baru bukan tentang perjalanan tapi tentang kami, tentang teman, pengorbanan, dan persaudaraan.
Aku, bersama ke 3 sahabatku yang lain Heru, Fyan, Okik...... yang bertekad untuk mengadakan perjalanan Martapura-Bogor mengendarai motor, dengan persiapan seadanya,,,,,
Kami berangkat hanya dengan kepolosan, nilai kepolosan dari persahabatan.... tapi aku senang dengan kepolosan ini, sebab disetiap kepolosan tersirat sesuatu yang jujur, polos, tak terwarnai dengan kelicikan manusiawi.
Berangkat disore hari dari Martapura dengan izin palsu yang diberikan orang tua, tetapi dinetralisir dengan izin dari salah satu sahabat kami Okik. kami senang ia berkata jujur tentang perjalanan ini, ketika kebohongan merajalela tentang izin orang tua semua teroptimiskan oleh kejujuran saudara muda kami ini. 
2 motor, Supra tua ku rakitan tahun 2005 dan Supra 125 cc Okik, ini yang kami tunggangi selama petualangan yang kami lakukan, pukul 17.00 kami berangkat dari desa Kampung sawah atau yang biasa kami sebut Base camp 378 Fyan Cool. hahaha....... 
Perjalanan yang dilandasi kejujuran, sampai pelabuhan Bakau Heni - Lampung, pada malam hari pukul 12.00 ternyata kami masih harus menunggu kapal yang akan mengangkut kami menuju pelabuhan merak. Sempat terjadi sedikit komunikasi kami terhadap pihak keamanan pelabuhan yang basicnya adalah kepolisian, yang heran melihat kami dengan stelan "Anak Jalanan/ Gembel" menggunakan sepatu "PDL", tapi sudahlah itu semua menjadi tidak penting ketika kami masih bersama, kami tidak menghiraukan ocehan mereka, karena kita punya hidup masing-masing....
Pukul 02.00 kami berangkat menuju pelabuhan merak, ketika para penumpang mapan nyaman duduk di bangku-bangku yang nyaman kami lebih memilih untuk "tepar dan ngapar" dilantai dua dek kapal fery yang kami tumpangi, duduk meringkuk, saling berangkulan menghalau dingin yang menyerang.... ini menjadi kehangatan persahabatan yang tak dapat ku lupakan dan memang tak pantas untuk kulupakan, ini fikirku....
Pukul 05.00 WIB hari itu sudah terlihat lebih terang, aku agak tercengang melihat perbedaan kondisi pagi hari memasuki pulau jawa ini, ternyata lebih cepat cerah dibandingkan dengan daerah kami :).
aku menyambut pagi dengan tersenyum santai sambil terus melihat teman-teman yang meringkuk kedinginan...haha.... melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, sempat kami hampir memasuki tol tanpa sadar tapi untunglah aparat yang biasanya berjaga belum hadir di TKP saat itu, sebab bisa saja kami di panggil untuk bersilaturrahmi dan diakhiri dengan Damai ;> Radar perjalanan kami percayakan kepada Fyan yang memang telah 5 tahun hidup di Ibu kota ini, tapi memang ternyata globalisasi pun sempat menjebak kami, fyan yang telah kenal kota ini lebih dulu dari kami pun terkecoh dengan perubahan rute-rute yang ada... hingga pada akhirnya perjalanan yang seharusnya kami tempuh dalam waktu 7 jam menjadi 12 jam.... untung ada seseorang yang baik hati menghantarkan kami ke jalan yang benar.... :)
Hingga pada sore hari pukul 5 Sore kami sampai di kota depok, nongkrong sejenak di UI Depok, salah satu Universitas unggul yang ada di Indonesia sambil menunggu kehadiran orang yang menjadi tujuan kami..... belum ku sebutkan bukan ? atau anda sudah menebak siapa orang yang membulatkan tekad kami untuk menempuh petualangan ini ? 
Dia adalah Harry Tulang kami biasanya memanggil dengan mas Hari, anggota TNI AD yang bertugas di Kostrad Depok, ia memang seorang TNI yang baru bertugas di tahun itu....tetapi ia memiliki basic yang sama dengan kami, Para Petarung SEMUT. 
Apa sih yang saya maksud dengan Semut ??? 
aaah...... sudah dulu..... mut saya mulai berkurang untuk meneruskan cerita Petualangan ini.....
biarkan Mut ini beristirahat untuk kemudian melanjutkannya..... :) To Be Continue......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar